Kenapa Dia?
Halo kenalin nama gua Adam Syahputra, biasa dipanggil Mas Adam. Usia gua baru menginjak 27 tahun dan gua bekerja sebagai seorang Fotografer. Gua mau menceritakan perjalanan
kisah gua, di mana kisah ini yang sangat membuat gua merasa hancur dan
benar-benar terpuruk.
Kisah ini dimulai di sebuah kota
yang gua kunjungi, lebih tepatnya yaitu di Pamulang, Tangerang Selatan.
Waktu itu tahun 2021, tepanya di
bulan Agustus. Gua kenalan sama seorang cewe yang bernama Melan. Perkenalan
kami ini gak sengaja terjadi saat dia lagi di sebuah Coffe Shop, jadi pesanan
dia itu gak sengaja tertukar sama punya gua. Kebetulan waktu itu gua pesan
Americano tapi diantar Espresso, gua kembali ke kasir dan protes kenapa ini
salah, setelah dicek ternyata tertukar sama dia, entah bagaimana gua langsung
reflek untuk tukar sendiri ke dia, gua bilang "sorry kak, pesanan lu ketukar sama punya gua" dan dia
jawab "oh ya? Aduh gua juga baru
sadar, tapi belum gua minum sih, gua juga belum perhatiin kalo ini
tertukar". Di situ gak sengaja gua memulai percakapan, gua
memberanikan diri untuk berkenalan sama dia. Gua juga gak tau kenapa ternyata
obrolan kami ini jadi nyambung dan dalam hati gua bilang "dia kok sama ya kaya gua?". Setelah itu gua memberanikan
diri buat minta nomor kontaknya. Ehh ternyata dia ngasih dong, hehe senang
banget gua.
1. Awal Mula PDKT.
1 minggu setelah pertemuan gua sama dia di Coffe Shop, gua chatting dia dan ajak dia buat ketemuan lagi di Coffe Shop itu. Kami janjian ketemu di jam 3 sore, kebetulan gua lagi ada job jadi gua minta jam segitu. Awalnya sih dia respon bilang setuju dan bakalan datang, gua udah senang dan semangat banget. Gua datang ke Coffe Shop 15 menit lebih awal, gua duduk tunggu sambil stalking sosmed dia. Udah 1 jam gua nunggu dia gak datang, gua chat juga gak direspon. Awalnya gua positif thinking mungkin dia masih sibuk tapi setelah 2 jam kemudian dia masih belum datang juga. Dari situ gua udah ngerasa kecewa banget, gua pulang dengan perasaan yang sangat kecewa tapi gua masih mencoba untuk positif thinking. Setelah gua udah sampai rumah, dia chat gua "sorry ya dam, gua nemenin nyokap gua belanja, dia maksa banget gua temenin dan gua gak respon chat lu karna gua yang bawa motor" gua jawab "okey gak apa-apa". Ketika malam gua kembali dibuat kecewa, ternyata malamnya dia datang ke Coffe Shop itu, dan dia bikin story lagi nongkrong. Dari awal sini yang bodohnya gua seharusnya gua gak lanjut lagi untuk dekat sama dia. Tapi mungkin dia sadar gua lihat storynya kemudian dia chat gua lagi "dam, gua tadi ke Coffe Shop sama temen kampus gua, dia sahabat gua nama Varel, dia datang ke rumah dan ajak gua nongkrong, maaf ya dam malah gak jadi ketemuan. Tapi gua janji minggu depan kita bisa ketemuan". Kalo saat itu chat dia gak gua respon dan gak bilang "oke" mungkin gua gak akan pernah jatuh cinta sama dia. Salahnya gua respon dan mengiyakan ajakan dia. Minggu berikutnya gua janjian lagi buat ketemuan sama dia, kebetulan waktu itu hari minggu dan gua mau ajak dia ke pantai. Gua chat dia "mel kita ke pantai yuk, ke Anyer aja yang enak, mau gak?" Ternyata dia setuju dan minta jemput di kosan daerah Ciputat, awalnya gua gak curiga sih kenapa minta jemput di Ciputat sedangkan rumahnya dia di Pamulang. Setelah gua itu jemput dia, kami langsung jalan ke Anyer, di jalan kami bercerita banyak hal-hal yang lucu dan ternyata banyak kesamaan yang kami suka. Kami sempat mampir di Indomaret, gua mau beli kopi dan gua tanya dia mau apa, dia nolak semua dan gak mau apa-apa. Ketika kami sampai di pantai, kami lanjut bercerita. Dia orang yang paling banyak bicara, paling banyak bercerita tentang dirinya dan adiknya. Jadi dia punya adik cowo namanya Joni. Di situ mulai gua mulai tumbuh rasa, sepulang dari pantai kami masih lanjut chat, tanpa sadar gua udah masuk dalam sebuah lingkaran yang akan membuat perasaan gua hancur.
2. Mulai Mencoba Mengungkapkan.
Setelah 3 bulan kami saling dekat dan saling chattingan, gua mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan gua sama dia. Awalnya dia sok-sokan nolak dengan ragu akan perasaan gua karena gua adalah tipekal orang yang cepat bosan akan satu hal. Tapi di situ gua mencoba meyakinkan dia bahwa meskipun gua adalah tipekal orang yang cepat bosan tapi gua gak akan pernah bosan untuk mencintai dia, dan dari dia gua bisa menemukan sosok yang sama persis seperti gua, maka dari itu gua jatuh cinta sama dia. Jadi waktu itu ungkapan gua kurang lebih seperti ini "Mel, setelah beberapa waktu kedekatan ini, gua ngerasa gua udah jatuh cinta sama lu, lu berhasil buat gua terpukau akan segala sikap lu, lu harus tanggungjawab, lu mau jadi pacar gua? Karena lu udah buat gua jatuh cinta yang begitu hebat" dia jawab "gua gak yakin sama lu dam, karena lu itu tipe orang yang cepat bosan, gua takut suatu saat lu akan bosan sama gua dan bakalan ninggalin gua" gua balas "lu salah mel, gua emang tipe orang yang cepat bosan akan satu hal, tapi untuk mencintai elu gua gak akan pernah bosan, sampai kapanpun gua akan terus mencintai lu, lu pegang omongan gua, gua akan buktikan ke elu bahwa keraguan lu akan gua itu semuanya salah, gua tau mel gua bukan siapa-siapa, gua bukan seorang yang berpendidikan tinggi, pekerjaan gua juga cuma Fotografer yang pendapatannya juga gak menentu, tapi gua janji sama lu mel, meskipun sederhana gua akan terus berusaha membahagiakan lu dengan cara gua sendiri dan gua yakin suatu hari nanti gua akan berhasil dan gua akan terus membahagiakan lu" setelah itu dia mau terima gua.
3. Awal Berpacaran.
Awal kami berpacaran semuanya
berjalan baik, semuanya masih begitu indah tapi gua mencoba untuk realistis
bahwa ini hanya di awal, kedepannya gua yakin akan banyak masalah.
3 minggu berpacaran hal gak
terduga terjadi, dia ngomong jujur sama gua dan ini benar-benar sangat menampar
gua tapi kebodohan gua karena cinta inilah yang buat gua terperosok semakin
dalam ke kehancuran perasaan gua. Dia bilang "dam aku mau jujur tapi kamu jangan marah ya" gua jawab "ngomong aja, apapun itu aku gak akan
pernah marah sama kamu" dia jawab "
maaf ya dam, sebenarnya aku udah punya tunangan, dari awal aku mau bilang sama
kamu tapi aku takut kamu akan benci sama aku. Tunangan aku namanya Kristo, kami
udah berhubungan kurang lebih selama 5 tahun tapi beberapa bulan ini hubungan
kami udah renggang, dia bahkan udah ngusir aku untuk pergi jauh dari
kehidupannya. Setelah ketemu sama kamu, aku nyaman sama kamu, aku memutuskan
untuk memilih kamu tapi untuk saat ini kami belum bisa akhiri pertunangan kami
karena ada proses adat. (Gua
terangin dulu, sebelum gua lanjut ke respon gua akan kejujurannya, gua mau
jelaskan bahwa ada hal paling sangat rumit lagi dalam hubungan kami, yaitu dia
beragama Kristen dan gua beragama Muslim). Oke kita lanjut ke respon gua.!!
Jadi ketika dia mengatakan hal itu gua sempat terdiam sesaat, dalam hati gua
udah ngerasa jadi orang paling jahat dan jadi orang paling bodoh di muka bumi,
pantas aja waktu itu dia minta gua jemput di Ciputat sedangkan rumahnya di
Pamulang. Gua ngerasa hubungan ini semakin salah karena dia adalah tunangan
orang. Tapi di saat gua terdiam, dia terus meyakinkan gua bahwa hubungan mereka
benar-benar udah selesai, hanya masih belum bisa diproses karena ada banyak
faktor. Dia yakinkan gua dengan bilang "dam,
kamu harus percaya aku milih kamu, aku gak akan mau kembali sama dia karena dia
udah ngusir aku, aku berani yakinkan ini ke kamu, gak akan ada pernikahan
antara kami, mau itu bulan depan, tahun depan atau bahkan 10 tahun ke depan.
Percaya sama aku ya dam, aku cuma buat kamu".
Perkataan itu sontak langsung buat
gua luluh tapi sebenarnya ini hal konyol yang sebenarnya akan menghancurkan gua
sendiri akibat kalimat manis. Gua luluh dan tetap melanjutkan hubungan itu.
4. Temani Dia Ambil Ijazah.
Hubungan kami sudah berjalan
selama 3 bulan, dan saat itu dia mau ngelamar pekerjaan tapi ijazahnya masih
tertahan di Kampus akibat masalah administrasi.
Dia cerita ke gua "dam, aku ini udah lulus 1 tahun lalu,
tapi ijazah aku belum diambil, gimana aku mau ngelamar kerja kalo gini
dam?" dan gua tanya ke dia "loh,
kok bisa sih udah 1 tahun gak kamu ambil? Emangnya kenapa? Kasih tau aku" dia
jawab "aku belum ada uang dam buat
ambil ijazahnya, terus aku juga harus menemui beberapa dosen untuk minta tanda
tangan. Aku gak berani minta sama papah karena papah juga lagi gak punya
uang". Dengan rasa cinta, perduli dan rasa keinginan menjadi seorang pahlawan,
gua bilang ke dia "yaudah besok
urus, telpon temen kamu yang udah ambil ijazah, tanya biayanya berapa dan apa
aja yang harus dikumpulkan".
Keesokan harinya, sekitar jam 9
pagi gua jemput dia di rumahnya buat urus ijazahnya di Kampus, semua biaya
administrasi gua bayar dan ijazahnya bisa diambil. Sepulang dari Kampus gua ajak
dia buat makan siang. Jadi waktu itu kami mampir di sebuah warung bakso, sampai
di sana dia cerita sama gua "dam,
dulu aku biasa ke sini sama dia, waktu itu aku dibentak sama dia cuma gara-gara
aku mau suapin dia" terus gua jawab "yaudah sekarang kamu suapin aku, gak usah malu dan jangan takut
dibentak karena aku bukan dia, aku justru senang banget diperlakukan seperti
itu. Aku heran sama dia, bodoh banget jadi laki-laki, dapat perempuan
seperhatian ini tapi malah dikasari". Selesai makan kami lanjut duduk
di taman Vila Dago Pamulang, di sana dia kembali bicarakan sesuatu hal yang
sangat-sangat menyakiti gua, jadi dia bilang gini "dam, aku mau kasih tau sesuatu tapi jangan marah" gua
jawab "apa sih? Aku gak akan marah,
kasih tau aja" dia bilang "dam,
sore ini aku mau dijemput sama dia, kami mau ke rumahnya dan aku akan nginap di
sana untuk beberapa hari, jadi aku minta kamu jangan hubungi aku ya, biar aku
yang menghubungi kamu" gua jawab "loh,
bukanya kamu bilang hubungan kalian udah selesai, kenapa dia datang bawa kamu
ke rumahnya? Kalian mau ngapain? Mau membicarakan soal pernikahan atau soal
selesainya hubungan kalian?" Ucap gua dengan perasaan yang sangat
kecewa. Kemudian dia jawab "engga
dam, kita emang udah selesai, aku juga udah gak cinta lagi sama dia, aku masih
mau ikut karena faktor yang aku kasih tau ke kamu". Seketika gua
hening, gua udah gak bisa berkata apa-apa tapi karena gua cinta sama dia, gua
mengizinkan dan menuruti permintaan dia.
5. Nonton Dia Pentas
Di tahun 2021, tepatnya di bulan
Desember menjelang Natal, dia ada acara Pentas Seni perayaan Natal.
Dia minta sama gua buat datang di
acara pentas itu, sebelum dia minta gua hadir, dia cerita ke gua kalo dia itu
suka banget sama stich dan dia juga suka banget lihat anak kambing. Di situ gua
berinisiatif buat belikan dia boneka tapi gua bingung boneka kambing atau
stich, akhirnya gua memutuskan untuk beli stich, soalnya kalo boneka kambing
gak ada yang lucu menurut gua. Oke jadi pas hari H pentas, gua menyempatkan
diri untuk hadir setelah gua selesaikan job gua, gua datang sambil bawa boneka
buat dia, gak lupa juga gua kasih cokelat karena kebetulan dia suka makan
cokelat. Suaranya dia bagus saat pentas, gua sampai terpukau dengar dia nyanyi,
setelah dia turun panggung gua ajak dia ke parkiran buat kasih hadiah yang udah
gua beli untuk dia.
6. Jalan-jalan Sebelum Malam Tahun Baru.
Sebelum malam tahun baru, gua ajak dia buat jalan-jalan. Jadi waktu itu gua ajak dia buat jalan-jalan ke bioskop, tapi di situ dia ajak adiknya yaitu si Joni. Di situ gua pertama kali berknalan sama Joni, mungkin dia heran kenapa gua bisa jalan sama kakaknya, tapi di sini Melan mencoba menutupi dengan bilang kalo gua adalah temen kampusnya. Oh iya dan sebelum ke bioskop gua udah mempersiapkan sebuah cincin buat dia, kebetulan gua bisa buat cincin dari kawat tembaga. Setelah selesai nonton gua langsung kasih cincin itu ke dia dan gua bilang "maaf ya aku kasih kamu cincin kaya gini, tapi aku janji suatu hari nanti aku akan kasih kamu cincin yang asli dan mahal" dia jawab "gak apa-apa dam, aku justru lebih suka yang ini, aku gak perlu yang mahal dan aku gak terbiasa pakai emas". Dalam hati gua senang banget bisa kasih cincin itu ke dia. Setelah sampai rumah gua kaget, wahh ini benar-benar hal yang paling parah yang gua alami dalam hubungan gua. Jadi tiba-tiba gua lihat dia upload story foto bareng sama tunangannya, sontak gua kaget dan gua langsung chat dia. Gua tanya maksud dia apa upload foto kaya gitu. Gini pertanyaan gua "Wtff.. maksud kamu apa upload foto kaya gitu? Kamu mau balikan sama dia? Ya kamu bilang aja, gak usah kaya gini dong caranya" dia jawab "dengerin dulu penjelasan aku dam, jadi aku tuh dipaksa sama dia, dia ancam aku buat upload foto itu, kalo engga dia akan pukul aku" gua jawab dong "lah, kamu lawan dong, ini negara hukum, dia gak berhak buat mukul kamu atau aku aja yang lawan dia, gimana sih kamu" dia jawab "dam, ini gak semudah yang kamu bicarakan, aku udah berkali-kali jelasin ke kamu soal faktor yang buat semua hal itu jadi gak mudah”. Harusnya malam itu gua selesaikan hubungan itu, tapi bodohnya gua masih begitu buta akan cinta gua terhadap dia, logika gua gak berjalan semestinya dan lagi-lagi gua mengalah dan memaafkan dia.
7. Pertengkaran Hebat.
Di tahun 2022 tepatnya di bulan
Juli, 1 bulan sebelum 1 tahun perkenalan kami. Jadi waktu itu tunangan dia
datang ke rumahnya dan mengajak dia untuk berhubungan intim, dia justru
menyampaikan hal tersebut ke gua, dia bilang gini "dam, tadi dia datang, dia ngajak aku berhubungan, aku nolak tapi
dia mukul aku dan mengancam buat bakar ijazah aku, jadi terpaksa aku mau
ngelakuin hal itu, tapi ini dengan terpaksa dam, jadi kamu jangan salah paham
dan marah". What the hell???? Helo every body? Apakah kebodohan gua
berakhir di sini? Tentu tidak yaaa..
Gua menangis dengar hal tersebut,
gua gak jawab apa-apa dan diamkan dia beberapa hari. Dia terus telpon gua dan
terus spam chat buat minta maaf, gua sebenarnya udah gak bisa bertahan lagi
tapi bodohnya gua akan kebucinan gua yang buat gua mau memaafkan dia untuk yang
kesekian kalinya, jadi gua bilang gini "kamu
gak salah minta maaf? Kamu gak punya perasaan ya! Aku benar-benar kecewa sama
kamu, sumpah aku udah kecewa banget sama kamu" dia jawab "maafin aku dam, aku gak bermaksud
menyakiti kamu, aku melakukan semua itu karena terpaksa dam, aku mohon maafin
aku" dengan bodohnya gua maafin dia tapi setelah gua maafin dia justru
marah balik ke gua gara-gara gua diamkan dia selama berhari-hari. Alhasil
berbalik jadi gua yang mengemis untuk dimaafkan. See that? betapa bodohnya gua.
8. Apapun Dilakukan Untuk Dia
Untuk membuat dia bahagia, gua
rela melakukan apapun untuk dia, bahkan saat dia minta uang ke gua untuk
berbagai hal yang gak dia jelaskan ke gua pun gua kasih untuk dia. Sempat suatu
hari dia minta dibelikan Vans KNU, gua belikan itu padahal gua sendiri gak
punya uang untuk makan ke depannya. Sewaktu gua belikan sepatu itu untuk dia,
gua juga berinisiatif untuk belikan dia kalung, tapi bukan kalung asli.
Meskipun imitasi tapi udah termasuk mahal dan parahnya dia gak terima kalung
pemberian gua itu, dia bilang "maaf ya dam, aku gak mau, aku gak
biasa kalo pake barang yang bukan emas asli, kulit aku ini sebenarnya akan
gatal kalo pake yang seperti itu" (semua
ucapan dia berbanding terbalik sama ucapan saat gua kasih cincin yang terbuat
dari kawat tembaga).
Dari sini pikiran gua udah sedikit
mulai terbuka, gua sadar bahwa selama ini gua cuma dimanfaatkan, gua sadar dia
gak pernah mencintai gua, kenapa begitu? Karena dia gak pernah upload foto
kebersamaan kami berdua dan selalu hapus foto bersama yang gua kirim.
9. Hubungan Berakhir.
Setelah gua sadar akan segala hal,
tiba-tiba tanpa sengaja gua lihat berduaan sama tunangannya. Dari sini gua
semakin yakin akan feeling gua, bahwa selama ini gua cuma dimanfaatkan, gua gak
ngomong apa-apa ke dia sampai beberapa bulan, meskipun dia selalu telpon dan spam
chat buat tanya why? tapi gua tetap diamkan dia. Sampai suatu hari, emosi gua
udah semakin meledak, pekerjaan gua berantakan, jam tidur gua berantakan dan pola
makan gua semakin gak teratur. Gua sampaikan ke dia "mel, aku tau aku ini bodoh, aku tau aku juga cuma laki-laki biasa
yang mencoba berharap banyak dari wanita seperti kamu, seharusnya aku lebih
sadar diri, aku biarkan kamu sama dia, aku mengalah dan aku doakan yang terbaik
buat kamu. Meskipun aku tau selama ini aku hanya dimanfaatkan, tapi aku ikhlas
karena sebegitu cintanya aku sama kamu. Setelah kamu membaca pesan ini,
hubungan kita udah berakhir, jangan pernah tanya kenapa dan jangan pernah coba
untuk hubungi aku lagi, aku pamit mel".
Sejak saat itu, hubungan kami
berakhir di tahun 2024 tepatnya di bulan Juni. Dan sejak saat itu gua selalu menyalahkan
diri gua sendiri, kenapa bisa gua jatuh cinta sama dia, kenapa dia? padahal
jika logika gua berjalan sejak awal mungkin hal ini gak akan pernah terjadi.
Tapi gua gak mau terus-menerus menyalah diri gua, gua mencoba untuk lebih
realistis dan mencoba menerima itu semua. Gua anggap itu semua sebagai
pelajaran dalam hidup gua bahwa (Jangan
pernah salah untuk mencintai seseorang,
carilah seseorang yang benar-benar pantas untuk dicintai. Carilah yang
sama-sama membutuhkan, bukan yang hanya jadi bahan dibutuhkan tanpa timbal
balik). Meskipun semuanya sudah berlalu dan gua mencoba ikhlas, tapi gua harus kembali bangkit dari kesedihan gua ini dan mencoba mencari jati diri
gua yang udah hilang akibat salah mencintai seseorang. Akhir dari kisah ini, sekali
lagi gua tegaskan bahwa Jangan pernah salah untuk mencintai
seseorang, carilah yang sama-sama
membutuhkan.
Gua Adam Syahputra dan cerita ini
berakhir.
(Disclaimer
: Cerita ini hanya fiktif belaka, semua
tokoh hanyalah imajinasi dari penulis dan tidak bermaksud untuk menyinggung
pihak manapun).
Penulis
: Yosefus Andriano
